Membangun Sikap Asertif Bag4

Minta anak berkata dalam kalimat pendek dan ringkas. Misal, anak tidak suka karena kakak mengambil buku yang sedang ia baca. Ia bisa berkata, “Kakak, aku sedang baca. Nanti Kakak baca setelah aku selesai.”

Baca juga : toefl ibt jakarta

Poin berikutnya, anak juga perlu diajarkan untuk berkata “tidak” pada hal-hal yang tidak ia inginkan, dengan tetap memperhatikan situasi. Minta si prasekolah belajar mengikuti kata hatinya, jika ia menemui hal-hal yang membuatnya tidak nyaman. Misalnya, ada ajakan temannya untuk pergi ke luar rumah. Padahal, anak tahu aturannya tidak boleh pergi sendiri. Maka, anak yang asertif akan berkata, “Aku enggak bisa pergi. Kalau mau main, kita main di rumah saja.” Jadi, anak hanya menolak permintaan temannya, bukan menolak temannya.

Pada akhirnya, anak asertif akan tumbuh menjadi orang dewasa yang asertif juga. Dengan membentuk dan membiasakan sikap asertif sejak dini, kita mengajari anak untuk bijak, sabar, bertoleransi, percaya diri, dan bisa menerima keadaan yang ada, tanpa merugikan pihak lain. Tanamkan pada anak bahwa orang lain tidak bisa berubah sikap sesuai keinginannya, tetapi anak bisa mengubah caranya bersikap atau me respons secara asertif, sehingga ia bisa mempertahankan haknya, sambil tetap menghargai keberadaan orang lain.

USIA TEPAT MAKAN SENDIRI Umur berapa anak bisa makan sendiri? Usia prasekolah adalah usia yang bisa menjadi patokan kapan anak harus bisa makan sendiri. Selain itu, pada usia ini pula anak mulai sadar ia punya otoritas atas dirinya sendiri, maka sering kita mendengar ia berucap, “Aku aja, Ma, aku bisa sendiri!” Sekarang tinggal kita, nih, mau atau tidak memberikan kesempatan pada si prasekolah untuk unjuk kemampuannya.

Kadang malah kita yang sering enggan memberinya kesempatan untuk mencoba, dengan alasan berantakan, lama, dan seterusnya. Padahal, kalau kita membiarkan anak makan-minum sendiri, tak selalu disuapi, kita juga bisa mengurus hal-hal lain, seperti mengurus adik bayi. Jadi, saat ia bilang mau makan sendiri, berikan perlengkapan dan biarkan ia menikmati makanannya sendiri.

Sumber : https://pascal-edu.com/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *