Berhenti KB Karena Jerawatan

Saya (25), empat bulan lalu melahirkan secara sesar. Saat si kecil usia dua bulan, saya melakukan kb suntik. Namun barubaru ini saya berhenti mengingat saya jadi jerawatan dan nafsu makan menurun. Padahal saya masih menyusui. Saya takut berpengaruh terhadap produksi asi saya. Mohon jawaban dokter, kb apa yang sekiranya cocok untuk saya. Terima kasih atas jawaban dokter judi. Nuraecha – Pontianak Metode KB yang Ibu pergunakan apakah jenis bulanan atau tiga bulanan?

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Karena kandungan obatnya berbeda (hormon estrogen dan atau progesteron) dan hal ini memengaruhi khasiat dan efek samping yang mungkin terjadi. Pada ibu menyusui dianjurkan memakai KB tiap tiga bulan, yang hanya mengandung hormon progesteron, misalnya DMPA atau memakai metode KB lain, seperti AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) atau pil KB khusus bagi ibu hamil, misalnya pil progesteron.

Pada beberapa orang yang memiliki kecen derungan alergi atau merespons secara berlebihan terhadap obat yang dipergunakannya, akan timbul efek samping, misal nya mual, muntah, nyeri pada payudara, sakit kepala, atau ruam pada kulit. Kalau terjadi efek samping yang mengganggu aktivitas, sebaiknya Ibu menghentikan kontrasepsi tersebut atau ganti metode KB dengan cara lain, pasang spiral (alat kontrasepsi dalam rahim), misalnya.

Semua alat KB memiliki risiko atau efek samping, sehingga diperlukan konseling sebelum memilih metode KB yang tepat. Metode KB yang sesuai bagi ibu menyusui yaitu yang hanya mengandung hormon progesteron atau AKDR karena tidak mengganggu produksi ASI. Sila kan Ibu berkonsultasi kem bali dengan dokter kandungan Ibu. Terima kasih atas pertanyaannya.

Mirip Pukulan Drum

”Waktu habis yoga di salah satu klinik bersalin, saya dan suami menunggu giliran untuk check up kehamilanku yang sudah berusia tujuh bulan. Bidan mulai memeriksakan kandungan saya, sampai akhirnya salah satu dari mereka membawa alat periksa detak jantung janin. Betapa kagetnya saya. Ketika alatnya dilekatkan di perut saya, sayup-sayup ada suara terdengar. Semakin lama dicari letaknya, suaranya makin terdengar jelas. Suaranya mirip pukulan drum. Saya tertawa sekaligus menangis saat itu. Suamiku juga senang mendengar detak jantung bayi kami. Bahagia sekali rasanya.” Ni komang ratnawati, 8 bulan

Sumber : https://eduvita.org/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *