Pentingnya Konsumsi Vitamin A

Berdasarkan berbagai penelitian diketahui, perempuan ras Asia berisiko lebih tinggi untuk mengalami hamil anggur, bila dibandingkan dengan perempuan non-Asia. Khusus di Indonesia, sekarang ini kasus hamil anggur lebih banyak ditemukan di daerah kota-kota kecil dimana masyarakatnya masih kekurangan gizi. Para ahli belum dapat menyimpulkan pemicu utama terjadinya hamil anggur, namun kurangnya asupan gizi pada mamil diduga menjadi salah satu faktor penyebab.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Banyak penelitian menyebutkan, kurangnya asupan vitamin A, termasuk sejak sebelum hamil, turut memperbesar risiko seorang mamil mengalami hamil anggur. Penelitian yang dilakukan dalam waktu 1990-2006 memperlihatkan risiko seorang mamil untuk mengalami hamil anggur sebanyak 6,8 kali lebih besar jika ka dar vitamin A di dalam darahnya ternyata di bawah normal. Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak dan disimpan di lever (hati). Vitamin ini sangat penting dalam mendorong proses perkembangan embrio serta berguna untuk melawan infeksi.

Kebutuhan vitamin A setiap mamil sekitar 770 mikrogram (2.565 IU) per hari dan akan meningkat saat fase menyusui. Walaupun sangat dibutuhkan oleh tubuh dan penting bagi pertumbuhan janin, kon sumsi vitamin A juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan cacat pada bayi. Mamil dapat mencukupi kebutuhan vitamin A dengan mengonsumsi makanan yang mengandung beta-karoten, seperti produk susu, daging sapi, telur, sayur, dan buah-buahan. Di dalam tubuh, beta-karoten nantinya akan diubah menjadi vitamin A.

Bila Mama merasa asupan makanan yang mengandung beta-karoten atau vitamin A sehari-hari kurang, bicarakan dengan dokter mengenai kemungkinan mengonsumsi suplementasi vitamin A dengan dosis yang tepat. Selain asupan gizi, ada juga faktor lain yang turut memperbesar risiko seorang perempuan untuk mengalami hamil anggur, yakni: hamil di usia lebih dari 40 tahun atau di usia kurang dari 20 tahun; pernah mengalami hamil anggur; dan pernah keguguran. Risiko mengalami hamil anggur semakin besar pada Mama yang hamil di usia lebih dari 40 tahun atau di usia kurang dari 20 tahun; pernah mengalami hamil anggur; dan pernah keguguran.

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *