Ingin Anak Belajar Tanpa Disuruh

Anak Saya, Zia (4,5), Paling Susah Kalau Diajak Belajar Menulis, Belajar Membaca, Be – L A Jar Mengaji. Tapi Kalau Orang Lain Yang Mengajarkan, Dia Mau Saja. Contoh, Kalau Mengaji, Saya Serahkan Ke Guru Mengaji, Alhamdulillah Ada Kemajuannya, Bu. Namun Untuk Urus An Membaca Dan Berhitung, Saya Masih Bingung Mencari Orang Yang Bisa Menyuruhnya Belajar. Bagimana Menghadapinya Ya, Bu? Saya Ingin Anak Saya Belajar Tanpa Disuruh-Suruh. Mohon Solusi. Yanis Trisya Putri – Jakarta Salam kenal, Bu Yanis.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Saya ingin bertanya, apa yang dimaksud dengan “belajar” menulis dan membaca? Bagaimana Ibu mengajak Zia “belajar”? Mengingat usianya masih 4,5 tahun, se baiknya jangan sampai anak merasa dipaksa “belajar”. Kata “belajar” se ngaja saya tulis dalam tanda petik, sebab pada anak usia balita, lebih baik dilakukan melalui bermain. Rentang perhatian anak-anak balita pada umumnya masih terbatas, sehingga kalo diminta duduk diam, biasanya maksimum ha nya bisa bertahan sampai 10 menit.

Mengenal huruf dapat dilakukan melalui permainan mengelompokkan huruf yang sama (dari guntingan karton), melompat ke ubin yang ditulisi abjad tertentu, atau melompat ke ubin yang ditulisi kata-kata sederhana misal, nama anak, nama orang tua, kata “ibu”, “bapak”, dan lain – lain. Kegiatan menulis perlu diawali dengan membiasakan anak memegang alat tulis. Cara memegang pensil perlu diperhatikan. Posisinya tepat, tekanan garis pun harus sesuai agar tidak sampai membuat tangannya mudah lelah.

Selain itu, anak diajak membuat prakarya, menggunting, menempel, mewarnai, membentuk dari lilin mainan, meronce, melukis dengan menggunakan cat khusus di jari jemarinya, dan lain-lain. Semua kegiatan ini bertujuan melatih kelenturan jari jemari anak. Masih banyak kegiatan bermain yang bisa dilakukan bersama anak dan perlu diingat, kata kuncinya “harus menyenangkan” bagi anak agar anak bersemangat dan menikmati kegiatannya. Sekian dulu, selamat membimbing dan mengajak Zia bermain sambil belajar.

Khawatir Pertumbuhan Terhambat

Anak Lelaki Saya (2) Belum Bisa Duduk Sendiri, Baru Mampu Guling-Guling Badan. Apakah Pertumbuhannya Terlambat? Apakah Karena Waktu Hamil, Saya Disuntik Kb Sampai Janin Usia 4 Bulan Akibat Ketidaktahuan? Saya Melahirkan Normal, Namun Kepala Bayi Lemah Dan Peyang. Apa Yang Harus Saya Lakukan, Dok? Apakah Ada Terapi Mengembalikan Bentuk Kepala Peyang? Saya Sangat Menantikan Jawaban Dokter Rifan. Terima Kasih. Ernawati Syukur – Semarang Ibu Ernawati yang baik, tampaknya si kecil mengalami keterlambatan perkembangan motorik.

Seusianya, seharusnya sudah dapat berjalan, bersenandung, dan berbicara cukup jelas. Hal ini harus dicari penyebabnya apakah memang ia mengalami keterlambatan perkembangan otak atau ada penyebab lainnya. Mengenai pengaruh kontrasepsi terhadap kondisi ini sepanjang yang saya tahu tidak ada. Sebaiknya Ibu membawanya ke dokter spesialis anak sub-spesialisasi saraf anak yang terdapat di kota Ibu, agar dapat dicari penyebab dan dilakukan tatalaksana yang sesuai demi tumbuh kembangnya seoptimal mungkin.

Sumber : pascal-edu.com

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *