Klaster Situs Judi Bola Baru di Bukit Cimanggu City Bogor

Klaster Situs Judi Bola Baru di Bukit Cimanggu City Bogor Diresmikannya tol BORR (Bogor Outer Ring Road) tahap kedua pada awal Juni 2014 ini makin meningkatkan daya tarik Bogor, khususnya daerah yang terhubung langsung dengan jalan tol ini, yaitu daerah Bogor Barat dan Bogor Utara. PT Perdana Gapura PrimaBukit Cimanggu City, adalah pengembang kawakan yang terus berinovasi dengan produkproduk hunian baru yang berlokasi di wilayah ini. Yang terbaru diluncurkan adalah Klaster Charnwood. Klaster ini melengkapi klaster lainnya yang sudah ada, mengusung desain modern dengan layout ruang yang cantik dan praktis, cocok untuk keluarga modern saat ini.

Klaster Situs Judi Bola Baru di Bukit Cimanggu City Bogor

Pilihan tipe adalah: tipe 42, 60, 70, 133 dengan luas lahan dari 90-136m². Ditawarkan dengan harga mulai Rp650 juta, klaster ini menempati lokasi berdekatan dengan ruko dan memiliki row jalan 10m. Spesifikasi bangunan dengan material pilihan, dinding bata merah, dan atap rangka baja ringan. Menjadi bagian dari hunian lain yang ada di Bukit Cimanggu City Bogor, klaster Charnwood memiliki fasilitas umum yang lengkap yang sudah tersedia seperti: arena olah raga (Sport Center), Marcopolo-Kolam Renang, dan taman kompleks dan taman bermain, yang tersebar di beberapa area di kompleks Bukit Cimanggu City.

Mengatasi Masalah Jual-Beli Tanah

Beberapa hal yang patut diketahui dan tip-tip terkait dengan jual beli tanah atau properti yang aman, adalah sebagai berikut. Pastikan bahwa perjanjian jual beli sudah memenuhi syarat materiil dan syarat formal. Syarat materiil meliputi: pertama, penjual maupun pembeli adalah pihak yang memang berhak melakukan transaksi jual-beli. Kedua, tanah atau properti yang diperjualbelikan tidak sedang dalam keadaan sengketa. Sedangkan syarat formal adalah, akta jual beli harus dibuat oleh PPAT (Peraturan Pemerintah No. 24/1997). Jika jual beli dilakukan di bawah tangan dan tidak dibuat PPAT, maka tidak dapat dilakukan pendaftaran hak atas tanah, yang artinya kantor pertanahan tidak akan dapat menerbitkan sertifikat.

Terkait dengan objek jual-beli (tanah, bangunan, atau jenis properti lainnya), ada 3 hal yang harus dilakukan, yaitu pengecekan status objek, proses transaksinya, dan pengurusan sertifikat hak-nya. Ada dua jenis status tanah sebagai objek perjanjian jual beli, yaitu tanah bersertifikat dan tanah yang belum bersertifikat. Perbedaan status ini membedakan tahapan persiapan dan proses transaksi serta pendaftaran haknya. Sebelum melakukan tawar menawar atau membayar uang tanda jadi kepada penjual/ pemilik tanah, lakukan pengecekan objek dengan memastikan statusnya atau mengecek keabsahan surat- surat dan bukti kepemilikan. Lakukan pengukuran ulang dan pastikan batas tanah, terutama untuk tanah girik, karena sering terjadi perbedaan dan perubahan ukuran pada tanah girik. (RLY)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *